Rabu, 01 Juni 2016

TULISAN 2



Verb Phrases & Tenses

Verb Phrases
Verb Phrase berdasarkan traditional grammar adalah kelompok kata berupa main verb (kata kerja utama) dan auxiliary verb (kata kerja bantu), sedangkan berdasarkan generative grammar adalah predicate — main verb beserta seluruh elemen yang melengkapinya: auxiliary verb, complement (objek kalimat), dan/atau modifier, namun tidak termasuk subjek kalimat.
A verb phrase contains the following optional features:
A modal verb (e.g., will)
The verb have to express perfect aspec
The verb be to express progressive aspect
The verb be to express passive voice

The modal comes first, then the auxiliary or several auxiliaries, and finally the lexical (main) verb.When a verb phrase has a combination of modal and auxiliaries, it is constituted usually in the following order: modal verb >> perfect have >> progressive be >> passive be >> Lexical verb. Whichever verbs are used in the verb phrase, the first verb is conjugated for tense, person and number.
Tenses
A.    Simple Present  Tense
Simple Present Tense adalah bentuk waktu yang digunakan untuk menyatakan suatu perbuatan atau kegiatan yang berlangsung/terjadi pada waktu sekarang dalam bentuk sederhana, kegiatan atau pekerjaan yang dilakukan berulang-ulang, kebiasaan sehari-hari, peristiwa atau perbuatan yang tidak ada kaitannya dengan waktu, dan untuk mengekspresikan kebenaran umum.
Simple Present Tense menggunakan jenis "TO BE 1" and "VERB 1"

CATATAN:
DO dan DOES digunakan pada kalimat tanya.
DON'T (DO NOT) dan DOESN'T (DOES NOT) digunakan pada kalimat negatif.
TO BE 1 (am, is, are) digunakan ketika suatu kalimat tidak ada unsur kata kerja (NON VERB).

Contoh Kalimat Simple Present Tense :
Mengekspresikan kalimat Simple Present Tense yang menggunakan kata kerja (VERB)
Example :
(+)  I speak English everyday
(-)   I don't speak English
(?)   Do you speak English?
       Answer : Yes I do, or No, I don't
(?)  Why do you speak English everyday?

B.  Simple Past Tense
Simple Past Tense adalah suatu bentuk kata kerja sederhana untuk menunjukkan bahwa suatu kejadian terjadi di masa lampau. Pada simple past tense, waktu kejadian (yesterday, last two days, last year) atau periode waktunya (for two months, for a day, for an hour) dapat disebutkan secara spesifik. Adapun simple past tense juga dapat digunakan untuk membentuk if conditional tipe 2.

Rumus Simple Past Tense:
positif
S + Verb-2 (past tense)
S + be(was/were)
Ex :
The teacher came
I was a stamp collector

negatif
S + did + not + bare infinitive
S + be(was/were) + not
Ex :
The teacher didn’t come
I wasn’t a stamp collector

interogatif
Did + S + bare infinitive
be(was/were) + S
Ex :
Did the teacher come
Was I a stamp collector

Example :
            (+)  Rina and I went to the Ragunan zoo three months ago.
            (-)   Rina and I didn’t went to the Ragunan zoo three months ago
            (?)  Did Rina and I went to the Ragunan zoo three months ago?

C.  Simple Future Tense
Simple future tense adalah suatu bentuk kata kerja yang digunakan untuk menyatakan bahwa suatu aksi terjadi dimasa depan, secara spontan atau terencana.
Example :
(+)  He will continue his studies in Australia
(-)   He won’t continue his studies in Australia
(?)   Will he continue his studies in Australia?

NAMA            : GINEUNG PRATIDINA
KELAS           : 3EB15
NPM               : 23213739
Tulisan           : Verb Phrases & Tenses (2)

SUMBER :
http://www.wordsmile.com/pengertian-contoh-kalimat-verb-phrase
http://catatanbahasainggris.blogspot.com/2009/07/verb-phrases.html  
http://learnenglish.britishcouncil.org/en/english-grammar/verbs/verb-phrases

TULISAN 1



Subject, Verb, Complement, Modifier

SUBJECT
The subject of a sentence is the noun, pronoun or noun phrase that precedes and governs the main verb. The subject is the part of the sentence that performs an action or which is associated with the action.
For example:
a.       He is a really nice guy.
“He” is the subject of the sentence, controlling the verb and the complement.
b.      My dog attacked the burglar.
“My dog” is the subject, controlling the verb and the rest of the sentence.
c.       David plays the piano
The subject “David” performs the action of “playing the piano”.
d.      The police interviewed all the witnesses.
The subject the police performs the action of interviewing all the witnesses.
VERBS
Verbs are a class of words used to show the performance of an action (do, throw, run), existence (be), possession (have), or state (know, love) of a subject. To put it simply a verb shows what something or someone does.
For example:
a.       Paul rides a bicycle.
Here, the verb rides certainly denotes an action which Paul performs – the action of riding a bicycle.
b.      We buy some books to learn English verbs.
In this example, the action word is “to buy”. It tells us that the subject “we”, that is the person who performs the action of the verb is “buying some books”.
c.       Jimmy playing football
the action word is “playing”
COMPLEMENT
Complement can often be confused with the Object. While the Subject and Object of a clause, in the vast majority of cases, refer to different entities, the Complement gives more information about either the Subject or the Object. As with the Subject and Object elements, there is only one grouping or phrase which is considered to be the Complement of a clause.
For example :
a.       Bill hit Harry.
Bill is a policeman.
b.      The camel carried the load.
The camel smells awful.
c.       A car hit the lamp post.
A car was what she wanted for her birthday.
MODIFIER
Tells the time, place or manner of the action. Very often it’s a prepositional phrase. Prepotional phrase is a group of words that begins with a preposition and ends with a noun.
Example of prepositional phrases :
In the morning, at university, on the table
A modifier can also be an adverb or an adverbial phrase :
Last night, hurriedly, next year, outdoors, yesterday
Example :
1.      John bought a book at the bookstore
(modifier place)
2.      Jill was swimming in the pool yesterday
(modifier of place)(modifier of time)
3.      Mery was driving car in the street
(modifier of place)

NAMA            : GINEUNG PRATIDINA
KELAS           : 3EB15
NPM               : 23213739
Tulisan           : Subject, Verb, Complement, Modifier (1)

SUMBER :
http://ameliasriastuti.blogspot.co.id/2016/03/subject-verb-complement-modifier.html 

Kamis, 28 April 2016

GINEUNG PRATIDINA / 23213739

Kelebihan dan Kekurangan Bank Syariah dan Bank Konvensional  berserta  Sistem  Bunga

     1.     BANK SYARIAH
Perbankan syariah atau Perbankan Islam adalah suatu sistem perbankan yang dikembangkan berdasarkan syariah (hukum) islam. Usaha pembentukan sistem ini didasari oleh larangan dalam agama islam untuk memungut maupun meminjam dengan bunga atau yang disebut dengan riba serta larangan investasi untuk usaha-usaha yang dikategorikan haram (misal: usaha yang berkaitan dengan produksi makanan/minuman haram, usaha media yang tidak islami dll), dimana hal ini tidak dapat dijamin oleh sistem perbankan konvensional. Bank syariah beroperasi tidak dengan menerapkan metode bunga, melainkan dengan metode bagi hasil dan penentuan biaya yang sesuai dengan syariah islam.
Usaha pembentukan sistem ini didasari oleh larangan dalam agama islam untuk memungut maupun meminjam dengan bunga atau yang disebut dengan riba serta larangan investasi untuk usaha-usaha yang dikategorikan haram (misal: usaha yang berkaitan dengan produksi makanan/minuman haram, usaha media yang tidak islami dll), dimana hal ini tidak dapat dijamin oleh sistem perbankan konvensional.
Tujuan Perbankan Syariah
Perbankann Syariah sebagaimana diulas dalam pasal 3 UU Perbankan syariah bertujuan “menunjang pelaksanaan pembangunnan nsional dalam rangka meningkatkan keadilan, kebersamaan dan peerataan keadilan rakyat. Dalam mencapai tujuan menunjang pelaksanaan pebangunan nasional, perbankan syariah tetap berpegang pada prinsip syariah secara menyeluruh (kaffah) dan konsisten (istiqomah).
  -     Kelebihan Bank Syariah
a.       Adanya ikatan emosional antara pemegang saham, pemilik, dan nasabahnya.
b.      Adanya fasilitas pembiayaan yang tidak membebani nasabah sejak awal karena tidak diharuskan membayar biaya secara tetap.
c.       Adanya sistem bagi hasil yang membuat bank syariah menjadi lebih mandiri.
d.      Keuntungan yang didapat nasabah bisa meningkat apabila pendapatan yang diperoleh bank tersebut juga meningkat
  -     Kekurangan Bank Syariah
a.       Bank syariah sangat rawan terhadap nasabah yang berniat tidak baik.
b.      Sistem bagi hasil memerlukan perhitungan yang sangat rumit.
c.       Dengan adanya sistem bagi hasil, maka bank syariah membutuhkan tenaga professional yang lebih      handal dari bank konvensional.

   2.     BANK KONVENSIONAL
Bank konvensional merupakan bank yang paling banyak beredar di Indonesia. Bank umum mempunyai kegiatan pemberian jasa yang paling lengkap dan dapat beroperasi diseluruh wilayah Indonesia. Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia, Konvensional berarti “menurut apa yang sudah menjadi kebiasaan”. Dimana dapat kita ambil kesimpulan bahwa bank konvensional adalah yang operasionalnya menerapkan metode bunga, karena metode bunga sudah ada terlebih dahulu yang menjadi kebiasaan. Dalam praktiknya ragam produk tergantung dari status bank yang bersangkutan. Menurut status bank konvensional dibagi kedalam dua jenis yaitu bank umum devisa dan bank umum non devisa.
-    Kelebihan Bank Konvensional
a.       Sistem bunga yang ditawarkan telah dikenal masyarakat sejak lama.
b.      Produk yang diciptakan bank konvensional lebih kreatif.
c.       Pada umumnya nasabah telah terbiasa dengan sistem bunga dibandingkan dengan sistem bagi hasil.
d.      Memiliki fasilitas ATM yang telah tersebar luas diseluruh Indonesia.
  -    Kekurangan Bank Konvensional
a.       Adanya praktik curang, seperti bank dalam bank dan transaksi fiktif.
b.      Praktik spekulasi yang terlalu ambisius dan tanpa perhitungan.
c.       Kredit sering bermasalah karena prosedur pemberian kredit yang kurang potensi dan terkadang hanya diberikan pada grup atau kalangan tertentu.

     3.     SISTEM BUNGA
Perbedaan utama yang paling mencolok antara Bank Syariah dan Bank Konvensional yakni pembagian keuntungan. Bank konvensional sepenuhnya menerapkan sistem bunga atau riba. Hal ini karena kontrak yang dilakukan bank sebagai mediator pemilik dana dengan peminjam dilakukan dengan penetapan bunga. Ada dua macam bunga yang diberikan oleh bank yaitu bunga simpanan yang diberikan oleh bank sebagai balas jasa bagi nasabah yang menyimpan uangnya di bank dan bunga pinjaman yang diberikan oleh bank kepada para peminjam. Karena nasabah telah mempercayakan dananya, maka bank harus menjamin pengembalian pokok beserta bunganya. Selanjutnya keuntungan bank adalah selisih bunga antara bunga simpanan dengan bunga pinjaman. Jadi para pemilik dana mendapatkan keuntungan dari bunga tanpa keterlibatan langsung dalam usaha. Demikian juga pihak bank tidak ikut merasakan untung rugi usaha tersebut.
Mengingat adanya bunga pada bank konvensional difatwakan sama dengan riba, sehingga memunculkan alternatif untuk menghindari harta haram, di buatlah bank bersystemkan syariah. Namun ternyata tidak sedikit masyarakat umum dan bahkan kalangan intelektual terdidik, bahkan masyarakat masih menganggap bahwa bank syariah sama saja dengan bank konvensional. Mereka juga beranggapan bagi hasil dan margin keuntungan, sama saja dengan bunga. Mereka mengklaim, bahwa bagi hasil hanyalah nama lain dari sistem bunga. Tegasnya, bagi hasil dan bunga sama saja. Pandangan ini juga masih terdapat di kalangan sebagian kecil ustazd yang belum memahami konsep dan operasional bagi hasil. Sehingga perlu dijelaskan perbedaan system dari bank tesebut. Perlu dipahami, bahwa bank konvensional merupakan bank yang menerapkan system bunga bank sedangkan bank syariah, menrapkan system bagi hasil.
-          Hasil atau Bunga
Pada bank konvensional menggunakan sistem bunga dan memprioritaskan keuntungan.
a.       Penentuan dibuat pada waktu akad dengan asumsi harus selalu untung
b.      Besarnya presentase berdasarkan pada jumlah uang (modal) yang dipinjamkan
c.       Pembayaran bunga tetap tanpa melihat untung atau rugi.
d.      Pembayaran bunga tidak meningkat sekalipun jumlah keuntungan berlipat
Pada bank syariah tidak menggunakan sistem bunga melainkan sistem bagi hasil.
a.       Besarnya dibuat pada waktu akad dengan berpedoman pada kemungkinan untung rugi.
b.      Besarnya berdasarkan pada jumlah keuntungan yang diperoleh.
c.       Bergantung pada keuntungan proyek yang dijalankan. Bila merugi, kerugian akan ditanggung bersama oleh kedua belah pihak
d.      Pembagian laba meningkat sesuai dengan peningkatan pendapatan.


DAFTAR PUSTAKA
http://ilmuonline.net/pengertian-bank-perbedaan-bank-syariah-dan-konvensional/
http://www.neraca.co.id/article/36405/kelebihan-dan-kekurangan-bank-syariah
http://dokumen.tips/documents/bank-konvensional-makalah-mata-kuliah-kapita-selekta
universitas-mercu-buana-jakarta.html